LPM Pabelan

Beberapa pekan ini, pemberitaan mengenai aksi unjuk rasa di berbagai daerah bukanlah suatu hal yang asing. Isu penundaan pemilihan umum (pemilu), kenaikan harga bahan pokok, hingga isu Ibu Kota Negara (IKN) merupakan isu-isu yang banyak disuarakan oleh para mahasiswa belakangan ini.

Setelah aksi besar yang dilakukan oleh teman-teman Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) pada tanggal 11 April kemarin, aksi-aksi dari mahasiswa di aliansi lain masih terus terjadi. Aksi tersebut utamanya untuk menyuarakan isu-isu tuntutan yang tertimbun oleh berita lain.

Yang terbaru adalah aksi dari aliansi BEM Solo Raya (SR) pada Kamis, 14 April 2022. Aksi bertajuk Solo Menggugat ini kurang lebih membawa tuntutan yang sama dengan BEM SI kemarin.

Aksi tampak berjalan damai tanpa represifitas aparat. Namun aksi yang dibawa BEM SR tersebut nyatanya tidak disertai seluruh kelengkapan elemennya. Terbukti dari adanya beberapa BEM Fakultas maupun BEM Universitas yang menyatakan sikap untuk tidak serta turun aksi atas nama lembaga. Meskipun dari mereka tetap mendukung dan membebaskan mahasiswanya untuk ikut aksi tersebut secara pribadi.

Hal ini menunjukkan bahwa koordinasi antar anggotanya dirasa masih kurang matang. Perlu adanya komunikasi yang intens agar terjadi kesepakatan dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, dalam sebuah aliansi besar memerlukan kekompakan yang besar pula dalam pengambilan sikap. Hal ini agar tidak menjadi suatu pertanyaan di benak mahasiswa akan persatuan suatu aliansi.

Peningkatan kebersamaan rasanya perlu digalakkan. Meski sebagai aliansi yang menaungi anggota yang tidak sedikit. Hal ini bisa saja menjadi faktor penyebab kurangnya koordinasi tersebut, tetapi jika berhasil mengatasinya merupakan prestasi tersendiri dalam menjaga persatuan lembaga. Membuka ruang komunikasi dan kebersamaan dapat menjadi salah satu jalan dalam penyatuan tersebut dan dan kesatuan anggotanya.

Pada akhirnya mahasiswa sebagai penggerak, sebagai agent of change, dan sebagai stabilisator serta dinamisator, agar dapat bersama menyatukan suara. Apalagi aksi tersebut adalah bagi kesejahteraan bersama, utamanya atas nama masyarakat. Maka persatuan antar aliansi mahasiswa sudah seyogianya dilakukan, karena para mahasiswa dalam hal ini membawa tuntutan yang sama.

 

Also Read

Tinggalkan komentar